Senin, 19 Agustus 2013

Lampion, Telor Merah dan Angpau :)

Momen ramadhan dan lebaran selalu mengingatkan aku akan indahnya masa kecilku. Dari sejak awal puasa, sampai saat Sholat Ied, semuanya menjadi saat-saat yang selalu menyenagkan untuk dikenang. Kali ini pengen cerita tentang momen lebaran.

Aroma lebaran sudah terasa sejak malam takbiran. Masjid yang terletak tidak jauh dari rumahku, membuat suara takbir terdengar sangat jelas. Terasa syahdu saat mendengarnya dan aura kemenangan pun menelusup hingga ke sanubari.



Yang menjadikan malam takbiran selalu menyenangkan bagiku saat itu, salah satunya karena ada takbir keliling. Setelah sholat isya, aku (yang waktu itu masih piyik), sudah mulai bersiaap-siap berkumpul di masjid untuk mengikuti takbir keliling. Panitia sudah heboh, mendata peserta yang ikut, menyiapkan dan merapikan seragam kami, menyiapkan lampion yang mau dibawa, tidak lupa kakak-kakak panitia menyiapkan makanan ringan dan obat-obatan yang mungkin diperlukan. Maklum yang ikut takbiran keliling masih krucil-krucil jadi harus disiapkan segala seuatunya.. :D. Padahal seingatku, selama mengikuti takbir keliling ini, kami belum pernah menang..haha..tapi kami tetap semangat untuk selalu mengikuti takbir keliling ini. Menang ngga menang yang penting seru.

Karena ada kegiatan takbir keliling ini, kami (aku dan kakak-kakakku) tidak mau pergi ke rumah nenek sebelum lebaran. Kami tidak ingin ketinggalan moment menyenangkan ini, setahun sekali gitu lho. Ada kepuasan tersendiri saat mengikuti kegiatan ini. Setelah sebelumnya kami menyiapkan segala sesuatunya (seragam yang akan dipakai, lampion, latihan berbaris, dll), rasanya tidak mungkin kami tidak mengikutinya. Belum lagi saat semua peserta takbir keliling dari berbagai masjid sudah berkumpul di Lapangan, kami bisa melihat berbagai macam bentuk lampion, indah banget. Ada juga yang menggunakan obor, tapi kebanyakan peserta menggunakan lampion, selain bisa didesain dengan lebih menarik, anak-anak lebih aman membawanya. Hmmm...jadi kangen pengen liat lampion lagi di malam takbiran. Oh iya, ternyata kegiatan ini sampai sekarang masih ada lho (sesuai cerita kakakku saat berkunjung kesana kemarin). Jadi buat yang penasaran, seperti apa takbiran keliling ala krucil ini, monggo datang saja ke Jogja..

Tjerita Hari Raya berlanjut di pagi harinya. Kami beramai-ramai mengikuti sholat Ied di lapangan, tidak terlalu jauh dari rumah, cukup berjalan kaki. Tapi untuk ukuran kaki kecilku saat itu, perjalanan ke lapangan itu sangat jauh, ditambah lagi kami harus membawa tikar sebagai alas sholat. Jadi berasa sesuatu deh... :D. Nah di tempat sholat itu, setiap lebaran selalu ada penjual telor merah. Karena tidak ada foto jadi dideskripsikan saja. Telor merah : Telor rebus yang ditusuk dengan lidi, dengan kulit telornya berwarna merah –sampai sekarang ngga tau kok bisa gitu- , terus dihias dengan kertas krep. Yah gitu lah pokoknya. Aku selalu tertarik untuk membelinya, maklum anak-anak, sesuatu yang berwarna cerah selalu menarik. Tapi ibuku tidak pernah mengijinkannya, kata ibuku “Itu telor rebus biasa ndhuk”.  Tapi ya namapun anak-anak, kalau belum kesampaian masih penasaran. Sampai suatu hari, selesai sholat Ied, ibuku mengijinkan aku membelinya. Dan ternyata benar, setelah dikupas kulitnya yang merah itu, isinya ya telor rebus biasa...hahaha...dan penontonpun kecewa.

Selanjutnya, setelah Sholat Ied, kami bersiap-siap ke rumah simbah (red:nenek) dari pihak Ibuku. Simbahku tinggal di Sleman, sedangkan aku saat itu tinggal di kota Yogya. Perjalanan ke rumah nenek kami lakukan dengan menggunakan bus. Sebenernya tidak terlalu jauh,tidak sampai satu jam tapi untuk ukuran kami yang masih kecil ini, perjalanan busnya terasa lama sekali. Jadi sebelum pergi, ibuku repot menyiapkan segala jenis makanan ringan untuk dimakan selama perjalanan. Belum lagi ada seorang kakakku yang selalu mual jika naik bus, jadi ibuku harus menyediakan permen yang cukup banyak supaya kakakku tidak mual. Ibuku tidak memasak ketupat di rumah, karena nanti kita akan makan ketupat di rumah simbah.
Sampai di rumah simbah, acaranya seperti biasa, acara sungkeman. Kalo kami yang masih krucil-krucil ini, cuma cium tangan sama simbah. Nah kalo Ibu, Bapak dan saudara-saudara ku yang lebih tua melakukan sungkeman. Dulu, aku sampai bertanya sama Ibuku, “emang kalo sungkeman ngomong apa siy bu, kok bisa lama?”..pikiran anak kecil emang polos ya. Padahal setelah aku dewasa, terjawab sudah, ternyata kita bisa otomatis sungkeman dan mengungkapkan apa yang ingin kita sampaikan ke simbah...
Karena keluarga dari pihak Ibuku merupakan keluarga besar (Ibuku 7 bersaudara), rumah simbah saat lebaran jadi rame banget. Seru rasanya.

Di keluarga besar kami, sudah menjadi tradisi saat lebaran, pihak yang lebih muda akan mengunjungi pihak yang lebih tua, jadi pada saat lebaran kami bisa bertemu dengan orang yang sama berkali-kali. Misalkan, adek dari simbah datang ke rumah simbah untuk  berhari raya. Otomatis kami yang sedang menginap di rumah simbah juga bertemu dengan adek simbah tersebut. Tapi kami tetap berkewajiban berkunjung ke rumah adek simbah. Karena kami yang lebih muda. Tradisi saling berkunjung tersebut menyebabkan Hari Raya di kampung simbah masih terasa ramai sampai seminggu. Tapi sejak aku mulai agak besar, tradisi seperti itu sepertinya mulai berkurang, hanya di lingkungan keluarga saja masih seperti itu, tapi jika yang hubungan kekeluargaanya tidak terlalu dekat sudah tidak terjadi lagi kegiatan saling berkunjung. Padahal kan seru ya, kapan lagi kita saling berkunjung. Karena kadang kita merasa memerlukan suatu alasan untuk mengunjungi seseorang. Walaupun tidak harus selalu seperti itu.

Dan...tentu saja yang paling menyenangkan saat Hari Raya bagi anak-anak itu, mendapat banyak Tunjangan Hari Raya (red : angpau), hehehe

“Tulisan ini diikutkan dalam Tjerita Hari Raya yang diselenggarakan oleh @leutikaprio.”
Read More

Jumat, 16 Agustus 2013

Aku Bukan Orang Sombong

Aku merasa aku termasuk orang yang beruntung, dilahirkan di keluarga yang sederhana dan dibesarkan dilingkungan yang nyaman untuk anak-anak (sesuai postingan yang ini ). Mungkin karena berada di lingkungan yang nyaman, aku merasa cepat sekali belajar atau menangkap sesuatu. Saat TK aku sudah bisa membaca dengan lancar, untuk ukuran jaman dulu bisa baca sebelum masuk SD itu luarr biasa (*duh jadi ketauan dech kecilnya taun berapa :D). Saat TK dan SD aku menjadi kesayangan guru. Dari kelas satu sampai kelas 6, predikat ranking satu tidak pernah luput dari tanganku. Saat mengambil raport, ibu ku selalu pulang dengan bingkisan. (Di sekolahku dulu yang rangking 1, 2 dan 3 dapat kado dari bu Guru). Begitu juga di TPA (sekolah ngaji), aku selalu diikutkan dalam berbagai lomba. Istilahnya, akulah si anak pintar.

Hal ini masih berlanjut sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP). Aku lulus SD dengan nilai yang memuaskan. Dengan nilai itu aku masuk ke SMP yang lumayan bergengsi. Sempat agak minder karena teman-teman baruku di SMP NEM nya lebih tinggi dari aku. Tapi ternyata rangking di kelas masih jadi langgananku, rangking 3 sudah paling jelek buatku. Aku masih jadi kesayangan guru-guru. Bahkan sempat menjadi juara di sekolah, tidak hanya di kelas.

Prestasi disekolah itu membuat aku merasa sedikit sombong, sampai kala itu sempat terfikir "bosen ya rangking satu terus, kayak ga ada tantangan"

Aku lulus SMP juga dnegan nilai yang memuaskan, dengan nilai itu aku bisa masuk Sekolah Unggulan di Jakarta. Hanya dua orang di sekolahku yang bisa masuk sekolah itu. Saat itu rasanya puas banget. Selain itu, kelas-kelas ini diurutkan berdasarkan NEM, dan saat itu aku masuk ke kelas urutan ke tiga dari tujuh kelas, yang artinya NEM ku lumayan bagus.

Ternyata sekolah di sekolah unggulan itu memang tidak mudah, kami masuk pukul 6.45 dan pukul 3.30 sore. Saat sekolah lain mungkin sudah tutup, sekolah kami baru pulang. Bahkan saat terdapat peraturan bahwa siswa di Jakarta sekolah 5 hari kerja, sekolah kami memutuskan pulang pukul 4 sore. Pelajarannya juga menurutku lebih berat *perasaanku aja kali ya. Saat itu entah kenapa, aku merasa susah banget menerima pelajaran. Aku mendapat nilai-nilai yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya. Bayangkan, aku pernah mendapatkan nilai "1" di kertas ulanganku. Sepertinya nilai itu diberikan guruku sebagai "upah nulis", karena jawabanku salah semua..haha...*miris ya

Ternyata inilah jawaban Allah atas kesombonganku. Di sekolah ini aku disadarkan, bahwa masih banyak yang lebih pintar dari aku. Dulu, aku sampai bosan menjadi juara kelas. Ternyata di sekolah ini aku bahkan tidak pernah merasakan menjadi juara kelas. 

Tapi disinilah aku menjadi sadar, tidak semua yang diatas itu akan selalu berada diatas, aku menjadi sadar bahwa masih banyak yang lebih baik dari aku.

Alhamdulillah, Allah SWT masih sangat sayang padaku. Dia tidak mengijinkan aku menjadi manusia yang sombong. 






Read More

Selasa, 13 Agustus 2013

Sebuah Catatan Hidup...

Badan ku terasa letih..
Sudah hitungan tahun aku menjalani tugasku...Rasa Bosan itu mulai menjalar, ditambah tubuhku sudah tidak muda lagi. Sudah tidak menarik. Rasanya ingin menyudahi saja pekerjaan ini, ingin istirahat..

Tiba-tiba mataku teronggok pada suatu benda, di tempat sampah. Sepertinya aku pernah melihatnya beberapa minggu yang lalu. Oh iya, aku melihatnya di etalase sebuah toko sepatu yang mewah. Sayang sekali, usianya hanya hitungan minggu saja. Sebenarnya masih bagus, hanya saja yang sebelah kiri talinya sudah putus. Padahal sebenarnya masih bisa diperbaiki, sayang sekali harus dibuang ke tempat sampah. Warnanya yang cantik sepertinya tidak sesuai dengan tempat itu.

Aku memandang diriku, dan tersadar. "Syukur", aku masih dipakai oleh pemilikku. Hidup yang aku jalani masih lebih baik dibandingkan sandal cantik di tempat sampah itu. Aku selalu dirawat pemilikku, meskipun sudah butut tapi aku masih berguna. Meskipun sudah banyak keropos di tubuhku, aku masih dipakai. Taliku juga pernah putus, tapi pemilikku membetulkannya. Walaupun aku tidak pernah dipajang di etalase cantik, tapi usiaku lebih panjang dari sandal cantik itu...

Aku jadi lebih bersemangatmenjalankan tugasku. Akan kutemani pemilikku samapai entah kapan waktuku...

*Sebuah catatan hidup sandal japit tua...*


http://ryanfile.wordpress.com/2013/08/04/the-first-giveaway/


Read More

Minggu, 04 Agustus 2013

Girls in Pink

Satu cerita beberapa tahun yang lalu, saat masih piyik (red :imut-imut). Seperti yang pernah aku tulis sebelumnya tentang pengalaman masa kecil yang menyenangkan , cerita ini termasuk salah satunya. Satu cerita yang masih terkenang hingga saat ini (red : ngga imut-imut lagi :D)

Dulu, waktu di Jogja, seperti anak-anak pada umumnya aku ikut yang namanya TPA (Taman Pendidikan AlQuran). Banyak banget acara yang bisa diikuti saat di TPA ini, ada wisuda khatam Quran, lomba-lomba antar TPA, dll. Ada satu acara yang sampai saat ini masih terkenang. Here is the story......

Sebenernya udah ga gitu inget acara itu dalam rangka apa, yang jelas saat itu kita dari TPA-TPA di Jogja dikumpulin di suatu tempat (lupa juga tempatnya dimana). Inti acaranya, kita-kita yang dari TPA-TPA ini mengaji bersama beberapa ayat saja. Setelah beberapa kali latihan dan satu kali gladi bersih, akhirnya hari pelaksanaan acara yang dinantikan tiba. Acaranya malam hari, aku sudah siap dengan seragam batik warna merah yang disediakan panitia. Berasa kece dech saat itu…hehe. Aku ikut bersama kakakku dan beberapa teman dari TPA kami. Berhubung acara pada malam hari, kami juga ditemani oleh Orang Tua masing-masing. Pada saat beberapa jam menjelang acara tiba-tiba hujan mengguyur dengan derasnya, panik dong panitianya. Karena acaranya memang di tempat terbuka, yang tertutup hanya kursi penonton. Kami-kami yang masih kecil ini juga mulai panik di ruang tunggu, lebih tepatnya agak sedih, masak udah capek-capek latihan ngga jadi tampil gara-gara hujan. Akhirnya diputuskan kita tetap tampil, kami diberikan mantel/jas hujan warna transparan. Sebenenrnya bukan jas hujan kali ya, plastik lebih tepatnya, karena tipis dan tidak menutupi seluruh tubuh. Badan masih tetap basah terkena air hujan. Akhirnya tampillah kita, anak-anak kecil imut-imut ini berbaris rapi membaca beberapa ayat AlQur’an (menghapal sebenernya) karena kita ngga bawa AlQuran, di tengah guyuran hujan. Tapi herannya hati tetap senang lho…*namapun anak-anak, siapa juga yang ngga suka air..:D

Selesai acara, kami pulang ke rumah masing-masing, dalam keadaan basah. Sampai di rumah, Ibuku langsung menyuruh kami membuka baju yang basah dan memasak air hangat untuk kami mandi (lagi). Padahal sebelum berangkat sudah mandi sebenarnya. Saat membuka baju itulah moment itu terjadi, pakaian dalam kami sudah berubah berwarna pink, badan kami juga bersemu-semu pink, ternyata seragam batik merah itu luntur saudara-saudara. Karena hujan yang mengguyur jadi lah luntur sampai ke badan-badan…hahaha…Kami langsung tertawa bersama, aku dan kakakku yang hanya berpakaian dalam malah cekikikan bersama memandangi badan kami yang jadi “in pink”. Ibu ku juga ikut tertawa melihat kami yang “in pink”. Akhirnya setelah acara mandi dengan gosok sana gosok sini, kami tidak lagi jadi “girls in pink”…hehehe





PS : Masuk ke tema "Sweet Momment" karena aku merasa "Sweet Momment" itu berhubungan sama yang "pink-pink"....hehe *maksa









Read More

Kamis, 25 Juli 2013

Ini Cerita Ramadhanku, Bagaimana Denganmu?

Satu lagi tulisan tentang ramadhan *pasang senyum manis biar dibaca :D

Setiap ramadhan itu selalu mengingatkan pada "rumah" dan "masakan ibu". Entah kenapa selalu ada rasa kangen rumah yang begitu kuat saat ramadhan tiba. Mungkin karena pengalaman ramadhan masa kecil yang menyenangkan, jadilah setiap ramadhan tiba, selalu mengingatkan pada rumah, saat apapun, buka puasa, sahur, taraweh, sampe denger adzan magrib aja selalu ingat rumah.

Pertama kali merasakan "rindu rumah" saat ramadhan itu, waktu kos saat kuliah di Semarang. Rasanya puasa buat anak kos itu luar biasa ya. Biasanya buka dan sahur tinggal makan, karena kos, harus mulai berfikir gimana nanti buka puasa dan sahurnya ya? Saat buka puasa masih mendingan, banyak penjual makanan, tapi saat sahur..hadeuh...banyak juga sich yang jual makanan, tapi males banget kan kalo harus keluar kos di pagi buta gitu, bangun tidur bau iler muka kusut, duh ga kece banget kalo musti keluar kos beli makan. Kalo tiba-tiba ketemu gebetan kan ga kece jadinya...*haha..-penting dech.
Tapi serunya, saat puasa banyak banget kegiatan-kegiatan yang bertema islami gitu, mulai dari buka puasa bareng, taraweh bareng, pengajian sampe bakti sosial. Selain itu, dulu pas masih kuliah, salah satu yang populer itu ada yang namanya "kirim paket snack" . Jadi salah satu cara menggalang dana buat kegiatan-kegiatan itu, kita bikin yang namanya paket buka puasa. Satu kotak harganya bervariasi tergantung menunya apa. Bisa dikirim di sekitar kampus dan sekitarnya. Nah yang punya gebetan ato pacar pasti tuch ngirim paket untuk yayangnya. Kayanya seneng dech  kalo dapet paket snack gitu, tapi kok ya dapetnya dari temen se gank, jadi critanya kita tuker-tukeran ngirim paket...haha..*nasib ga ada yang ngegebet..

"Rindu rumah" saat ramadhan selanjutnya, saat sudah bekerja dan ditugaskan di Aceh. Lebih jauh lagi dari Ibu kota. Ditambah masakan yang yang rasanya berbeda dengan "lidah jawaku", "rasa rindu" itu semakin terasa.

Sedikit cerita tentang ramadhan di Aceh, yang menyenangkan disana saat ramadhan, tidak ada satupun warung makanan yang buka di siang hari. Tidak seperti di Jakarta yang sebenernya buka tapi ditutup dengan penutup. Jadi restoran atau rumah makan baru boleh buka mulai dari jam 4 sore. Karena itu ramadhannya jadi terasa berbeda dengan bulan lain. Nah repotnya kalo sedang tidak puasa, terpaksa tiap makan siang pulang ke rumah karena semua warung makan tutup. Untung di Aceh jalanan lancar, jadi cukup 10 menit saja dah sampe rumah... :)

Itu tadi sekelumit cerita tentang ramadhanku, bagaimana dengan ceritamu?... ^_^



Read More

Jumat, 19 Juli 2013

Ulang Tahun (Ku)


Sendiri...melangkah riang memasuki halaman berbunga. Membawa kado yang dibungkus rapi. Seumur hidup baru kali ini diundang ulang tahun. Kata gadis kecil tadi “Nanti sore datang ke rumah ya, ada yang ulang tahun”. Senang sekali rasa hati ini. 

" Happy Birthday ..." semua berseru saat aku memasuki ruangan. Aku langsung dituntun ke tengah ruangan. Ada meja bulat dengan kue ulang tahun besar diatasnya.Aku terharu...




baru pertama kali ikut GA niy... :D










Read More

Kamis, 20 Juni 2013

Alhamdulillah sehat....

Awalnya karena tersentil kalimat dari ibu ustazah yang ceramah di kantor..."Sehat itu salah satu nikmat yang diberikan Allah juga, tapi banyak dari kita yang ga menyadari sebelum akhirnya sakit"...

Terus, minggu ini, banyak banget berita duka di kantor. Temen di ruangan udah 2 orang yang mertuanya sakit, 1 orang yang papa nya harus opname di rumah sakit. Sahabatku sendiri juga sakit dan harus opname di rumah sakit. Terakhir denger cerita seorang temen kantor juga yang saat ini sedang berjuang melawan kista di otaknya.

Mulai merenung, berkaca pada diri sendiri dan akhirnya bersyukur "Ya Allah, Alhamdulillah aku masih diberikan nikmat sehat"

Benar sekali yang dikatakan oleh ustazah itu, terkadang kita lupa bersyukur hanya karena melihat orang lain kita pandang memiliki kelebihan. Lebih pintar, lebih kaya harta, lebih beruntung dalam hal pekerjaan atau lebih2 yang lainnya. Kita jadi lupa bahwa kita juga diberi kelebihan oleh Allah, lebih sehat. Dan itu sangat luar biasa.Kita sering menganggap sehat itu biasa aja. Padahal, banyak yang iri dengan kesehatan kita. tengoklah orang2 yang harus bolak-balik cuci darah, atau mereka yang harus kemoterapi, atau yang hanya boleh makan makanan tertentu. Dan masih banyak jenis sakit lainnya. Sangatlah beruntung kita ini yang sehat, dijaga kesehatannya oleh Allah. Dapat melakukan segala aktifitas karena kita sehat..

Sehat itu mahal, oleh karena itu marilah kita jaga kesehatan kita sebagai salah satu bentuk syukur atas nikmat yang sudah diberikan Allah...mari hidup sehat..semangat...

PS : feel so serious ya postingan ini.. :D
Read More

Rabu, 19 Juni 2013

Senyum itu....sesuatu dech.. ^_^


Postingan dua hari yang lalu seharusnya. 

Senin pagi dan mendung....huft rasanya malas banget ke kantor. Kayanya enakan kelonan sama Raihan ..hehe. Udah feeling not so good, kayanya bakal ga mood niy hari ini.

Pas sampe kantor, ketemu dengan salah seorang teman yang lagi hamil *ga penting siy sebenernya keterangan hamil ini.. :D. Teman ini ceria banget, pagi2 ketemu dah senyum senyum , ngobrol ngobril kesana kesini. Dan falah setelah dia berlalu, kok jadi mood ya, jadi tiba2 bersemangat, ternyata memang bener ya kalimat itu "Senyum adalah Ibadah"

Pernah baca ada hadist yang artinya gini " Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah" (HR Trimidzi, Ibnu Hibban dan Baihani). Tadinya ga terlalu ngeh, kenapa gitu ya. Tapi setelah difikir fikir, betul juga. Seperti kejadian yang aku alami, dari yang awalnya ga mood tapi karena dapet senyum dan sapaan ramah dari seorang teman tiba2 jadi mood, jadi bersemangat menjalani hari dan jadi positif lagi..

Jadi kefikiran, andai semua orang dapat selalu tersenyum, dapat menularkan senyumnya kepada orang lain, akan menjadi "multiplier effect" (*bener ga ya nulisnya) yang mengagumkan. Dengan senyuman dapat membangkitkan semangat seseorang, menjadikan orang lain menjadi berfikiran positif. Jika semua orang bersemangat dan berfikiran positif hasil yang terjadi adalah hal-hal yang positif. Damailah dunia ini jika yang selau terjadi adalah hal yang positif. Ternyata hanya sekedar senyuman efeknya sangat besar. Itulah kenapa senyum itu menjadi sedekah. 

Sesuatu banget ya senyuman itu. Let's start smile everyday... ^_^

PS : tapi jangan senyum-senyum sendiri ya..hehe
Read More

Kamis, 13 Juni 2013

piknik yuuuk....

Gara-gara lagi cari ide lokasi buat gathering sama temen-temen laktasi..jadi kefikiran dech nulis tema ini

Awal Juni kemaren, kami dan keluarga besar ibuku mengadakan acara piknik bersama.. Sebenarnya kami biasa berkumpul dalam arisan keluarga di rumah salah satu diantara kita. Tapi pada arisan bulan lalu kita putuskan untuk arisan berikutnya kita adain di ruang terbuka hijau -halah- piknik maksudnya....asyik..asyik

Wah semangat 45 dong ya, secara sukaaa banget sama jalan-jalan, jadi apapun yang berbentuk jalan2 pasti menyenangkan..hehe..

Kita piknik di Buperta Cibubur, di deket Danau. Karena belom pernah ikut pramuka2an kesana, jadi belom pernah kesana, jadinya kefikiran kalo Buperta itu jauuuh banget dari rumah kami di Jatiwaringin. Tapi ternyata deket banget. Mungkin juga karena hari minggu n ga macet, perjalanan kesana cuman 30 menit sajah. Jadilah kami peserta pertama yang datang.

Tempatnya memang pas banget buat piknik, luas n yang pasti murah meriah. masuknya cuman 6 ribu rupiah per orang. Disana juga ada penyewaan tikar2 gitu, murah meriah juga cuman 10 ribu sepuasnya, mau dipake sampe kapan itu tiker terserah, asal jangan dibawa pulang ajah.. heh. Ayah Raihan sampe bilang gini "kapan2 kita kesini lagi ya, lumayan sbg hiburan alternatif selain ke mall, murah meriah, ga jauh, dan yang pasti Raihan suka karena bisa nendang bola sampe sejauh-jauhnya...haha..*maklumlah, rumah kami halamannya seuprit, jadi ga bisa buat maen bola..

Disana juga ada bebek2an (yang dikayuh itu lho buat keliling danau), dan pas kita naek itu Raihan sampe ga mau turun, padahal udah waktunya selesai sewa bebeknya, padahal panas juga di tengah2 danau itu...*yah maklum dech, namapun baru pertama kali naek ya nak jadi aga2 norak..

Acaranya seru dan kita bener2 piknik, duduk gelaran tiker bawa rantang2 isi nasi dan teman2nya..whua serasa dech ya. ada juga games2 sederhana buat anak, ibu sama Bapak. dan entah kenapa sepertinya keberuntungan sedang ada di pihak kami, keluarga kecil kami juara terus lho..yang lomba anak2, lomba ibu2 n lomba bapak2..yeay..

kayak rombongan anak TK ya..hihi..lucu
Buperta ini memang luas banget, ada beberapa tempat, ada taman lalu lintas juga, tapi kami ga masuk kemaren. yang sering buat piknik ya di deket danau ini. Di sisi danau yang lain, bisa juga buat piknik, bahkan ada semacam gazebo2 nya buat duduk2. tapi kalo disitu tanahnya ga rata, jadi naik turun seperti lembah agak susah kalo buat maen bola. Mushola dan toilet juga ada, bersih sih (harus bersih lah ya, wong bayar Rp2000 per orang), tapi masih agak kurang perawatan mungkin ya. maunya kan dibikin lagi yang bagusan jadi bisa lebih layak. Disini juga banyak yang jualan, jadi yang niat piknik tapi ga mau mbekel, ga usah khawatir kelaparan. tapi kalo piknik ga mbekel esensi pikniknya jadi berkurang...halah

Ngomong2 tentang piknik, kalo difikir2 hal ini memang perlu dilakukan. Selama ini kan kalo liburan seringnya ke mall (gue siy.. :D), padahal apa sich yang bisa dilakukan di mall selain shopping dan makan? palingan kalo maen game ya gitu2 aja. dan lagi di ruangan tertutup.  Ngobrol2 sama misua, memang sekali2 kita perlu berlibur di ruang terbuka gini, lebih sehat, apalagi buat anak2. Sehat juga buat kantong AyahBundanya kalo piknik murmer gini..hehe

Sekian tema piknik hari ini, sampai ketemu di tema piknik selanjutnya...





Read More

Jumat, 07 Juni 2013

Ternyata Bukan Faktor "u"...yeay

Postingan ini berkaitan dengan postingan yang lalu. Sebelumnya aku pernah nulis kalo kami (red: misua and me ) kurang bisa lagi menikmati acara menonton, nah aku curiganya apakah faktor "u" ya?. Ternyata.....bukan faktor "u" sodara-sodara, karena kemaren kami nonton lagi and it was different...yeay...*penting ya

Critanya, dalam rangka anniversaryan yang ke 3 pernikahan kami...-ga berasa ya udah 3 taon ajah *time flies so fast-. Rencananya pengen mengenang masa-masa pacaran, jadilah kita pacaran lagi dengan agenda nonton. Awalnya agak deg-deg an ya mo nonton *lebay, gara2 pengalaman nonton kemaren yang aku critain disini. Tapi kata mas " ini filmnya bagus kok, adek pasti suka". Baiklah dengan tekad bulat kita tetapkan hati buat nonton. 

Kali ini kita nonton Epic 3D, di kuningan city. Oh iya kuningan city ini mallnya belum terlalu jadi, masih banyak tulisan "coming soon", tapi yang aku suka, musholanya niat banget. Ga seperti kebanyakan mall yang naro mushola di tempat parkir, disini engga, musholanya ada di Lt.1 dan  Lt.3. Nah pas aku sholat di mushola Lt.3, ruangannya juga bukan ruangan seadanya, jadi memang pantas disebut mushola, niat lah bikinnya. Like this dech buat mall ini..jempol. Kembali ke acara nonton, semangat nonton film ini karena filmn animasi, dan pengalaman nonton film animasi biasanya oke. banyak anak kecil yang nonton, kayanya pasangan yang pacaran cuma kami ajah dech, yang lain semua keluarga dengan anak kecil. Yah kami juga keluarga dengan anak kecil siy, tapi anak kecilnya ditinggalin di rumah aja...hehe...

Dari awal sampe akhir nonton film ini sama sekali ga ngantuk, sama sekali ga ngebosenin, kereen, asyik, dan oke banget ya emang buat anak2. Banyak nilai positiv yang bisa diambil dengan nonton film ini, tapi ya tetep karena film barat di akhir cerita pasti ada adegan kissing, cuman sekali siy, cuman ngarepnya di sensor aja ya kalo yang nonton anak kecil.

Jadi film ini bercerita tentang seorang anak, eh remaja ding, yang menjadi kecil dan kemudian membantu sekelompok manusia kecil yang hidup di hutan untuk menyelamatkan hutan dari sekelompok manusia kecil yang jahat. Sukaaa banget sama gambarnya, mungkin karena gue suka ngayal kali ya, jadi film2 imajinasi kayak gini cocok banget..hehe

Thats all. Jadi kesimpulannya its not because "u" factor, its because the movie...seneng *ga penting

Oh iya, yang belum nonton Epic, nonton ya, terutama yang mau bawa anak anak. Nonton 3D nya lebih disarankan, liat aja gambarnya...kereeen....kaaaan



Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

© haafidhanita-forever in love, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena