Minggu, 01 September 2013

Simbiosis Mutualisme - Laos dan negara-negara ASEAN

Laos merupakan kawasan di Asia tenggara yang berada di antara Myanmar, Thailand dan Vietnam yang menjadikan laos tidak memiliki pantai. Namun, hal ini tidak menjadikan halangan bagi pertumbuhan ekonomi di Laos. Menurut berbagai sumber, pertumbuhan ekonomi Laos saat pada tahun 2012 sangat mengesankan. Pertumbuhan ekonomi Laos yang kuat pada tahun 2012 seakan menegaskan tren jangka panjang negara tersebut yang secara konsisten memiliki catatan pertumbuhan bagus dengan rata-rata 7% per tahun selama 10 tahun terakhir.


Laos memiliki berbagai sumber daya tambang. Laos juga sangat kaya dengan sumber tenaga air. Banyak menghasilkan kayu jati dan cendana. Luas hutan 9 juta hektar dan tingkat vegetasi hutan mencapai sekitar 42%. Pertanian merupakan penopang ekonomi Laos yang terbesar saat ini. Tanaman pertanian utama antara lain padi, jagung, ubi-ubian, kopi, tembakau, kacang tanah dan kapas. Luas tanah garapan sekitar 747 ribu hektar. Dengan sumber daya ini, Laos dapat melakukan kerjasama dengan negara anggota ASEAN di bidang impor dan ekspor. 
Namun, Laos masih kurang sumber daya manusia ahli. Hal ini dikarenakan banyak warga Laos yang berpendidikan tinggi memilih untuk bekerja di Luar Negeri. Dengan menjadi anggota ASEAN, akan lebih mudah bekerjasama dengan sesama negara anggota dan menggunakan  tenaga ahli dari Luar Negeri untuk lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi Laos.

Potensi lainnya yang dapat dikembangkan lagi yaitu potensi wisata. Laos memiliki banyak tempat wisata yang menarik. Sebut saja Vat Sisket Temple di Vientianne, Vat Mai Temple, National Museum (former King’s Palace), Mekong River, Air Terjun Tadleuk, Tham Ting and Tham Phum, Ban Xang Hai village dan masih banyak lagi. Dengan potensi ini, pertumbuhan wisata Laos juga sangat pesat. Bahkan Laos dinobatkan sebagai Tujuan Turis Terbaik di Dunia 2013 oleh Dewan Pariwisata dan Perdagangan Eropa (ECTT). Dengan menjadi anggota ASEAN diharapkan potensi Laos dalam pariwisata semakin meningkat. Perjanjian kerjasama di bidang pariwisata dengan negara anggota ASEAN, misalkan dalam pembebasan visa masuk untuk negara anggota ASEAN dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Loas dan hal ini tentu saja semakin meningkatkan industri pariwisata di Vietnam. Otomatis akan berpengaruh juga terhadap pertumbuhan ekonomi negara tersebut.




Gambar dari sini
Dengan menjadi anggota ASEAN, diharapkan dapat meningkatkan kerjasama di berbagai bidang dengan negara-negara anggota ASEAN yang lain. Untuk mengatasi ketertinggalan ekonomi Laos bukankah dibutuhkan dukungan dari negara sekitarnya terutama ASEAN. Keberhasilan Laos dalam memajukan perekonomiannya akan mempermudah ASEAN dalam mewujudkan integrasi negara itu ke dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN. Sehingga terciptalah hubungan simbiosis mutualisme (hubungan yang saling menguntungkan antar Negara ASEAN).


Sumber :
1. http://ditjenkpi.kemendag.go.id
2. http://indo.wsj.com
3. http://indonesian.cri.cn
4. http://internasional.kompas.com
5. http://www.bisnis.com/

Ps : hari ini kurang pede dengan tulisan yang harus disetor ke 10daysforASEAN #Day 6#

0 comments:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

© haafidhanita-forever in love, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena